Kalkulator Target Menabung: Berapa Perlu Disisihkan
Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T., ditinjau oleh Artedy Tanto, S.E.
Setoran bulanan dihitung dari selisih target dan dana awal dibagi jumlah bulan. Untuk mengumpulkan Rp24 juta dalam 12 bulan tanpa dana awal, Anda perlu menabung Rp2 juta per bulan. Bila ada imbal hasil, setoran yang dibutuhkan lebih kecil karena uang Anda ikut berbunga.
Cara menggunakan
- Masukkan target dana yang ingin dikumpulkan.
- Pilih jangka waktu dalam bulan.
- Isi dana awal bila sudah punya sebagian.
- Isi perkiraan imbal hasil bila dana ditaruh di instrumen berbunga.
- Lihat setoran per bulan yang diperlukan, lalu bagikan atau cetak.
Cara menghitung
Tanpa imbal hasil, setoran bulanan adalah sisa target setelah dikurangi dana awal, dibagi jumlah bulan. Bila ada imbal hasil, dipakai rumus anuitas masa depan sehingga setoran yang dibutuhkan lebih kecil:
Lihat rumus dan keterangan simbol
Setoran = (target - dana awal) ÷ bulan (tanpa imbal hasil)- target = jumlah dana yang ingin dicapai
- dana awal = tabungan yang sudah dimiliki untuk tujuan ini
- bulan = jangka waktu menabung
Contoh perhitungan
Target Rp24.000.000 dalam 12 bulan tanpa dana awal berarti setoran Rp2.000.000 per bulan. Bila Anda sudah punya Rp12.000.000, setoran turun menjadi Rp1.000.000 per bulan. Bila dana ditaruh di instrumen dengan imbal hasil 6% per tahun, setoran yang dibutuhkan sedikit lebih rendah karena bunga ikut membantu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Panduan Lengkap: Merencanakan Target Menabung
Menabung tanpa target sering berujung tak tentu arah. Menetapkan jumlah dan tenggat membuat menabung terasa nyata dan terukur. Panduan ini menjelaskan cara menghitung setoran rutin yang dibutuhkan untuk mencapai target dalam waktu tertentu.
Dari target ke setoran rutin
Cara paling sederhana adalah membagi target dana dengan jumlah bulan menabung. Misalnya target Rp12 juta dalam 12 bulan berarti menabung Rp1 juta per bulan. Angka ini menjadi komitmen bulanan yang jelas.
Bila sudah punya dana awal, kurangi dulu target dengan dana yang ada, baru bagi sisanya dengan jumlah bulan. Ini membuat setoran bulanan lebih ringan dan realistis.
Setoran rutin = (target dana dikurangi dana awal) dibagi jumlah bulan. Menetapkan tenggat mengubah niat menabung menjadi angka bulanan yang terukur.
Peran bunga atau imbal hasil
Bila menabung di instrumen berbunga seperti deposito atau reksadana, imbal hasil membantu target tercapai lebih cepat atau dengan setoran lebih kecil. Namun untuk tujuan jangka pendek, utamakan keamanan dana daripada mengejar imbal hasil tinggi.
Untuk target jangka panjang, efek bunga majemuk lebih terasa. Semakin awal mulai, semakin ringan setoran karena waktu bekerja untukmu.
Menjaga konsistensi menabung
Rencana menabung berhasil bila konsisten. Cara efektifnya adalah menyisihkan di awal saat gaji diterima, bukan menunggu sisa di akhir bulan, dan bila memungkinkan lewat autodebet.
Gunakan hitungan di atas untuk menetapkan setoran bulanan yang pas dengan kemampuan, lalu pantau perkembangannya agar target tercapai tepat waktu.
Kalkulator terkait
Penulis & peninjau
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.
Ditinjau oleh

Artedy Tanto, S.E., adalah Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dengan konsentrasi Perpajakan. Di KalkuPintar ia meninjau kalkulator keuangan usaha seperti HPP, BEP, harga jual, dan ROI, serta kalkulator investasi seperti bunga majemuk, return investasi (CAGR), dan deposito.
Ia memastikan rumus dan istilah yang dipakai selaras dengan konsep akuntansi dan keuangan yang umum diterapkan.