Lompat ke konten
KalkuPintar

Kalkulator Tabungan Berjangka: Proyeksi Jatuh Tempo

Tabungan berjangka mengharuskan Anda menyetor jumlah tetap tiap bulan selama tenor tertentu, dan dananya berbunga majemuk. Untuk setoran Rp1 juta per bulan selama 12 bulan dengan bunga 5% per tahun, total setoran Rp12 juta akan menjadi sekitar Rp12,22 juta saat jatuh tempo setelah bunga dipotong pajak final 20%.

Diperbarui Ditinjau Cholilurrohman

Cara menggunakan

  1. Masukkan setoran rutin per bulan.
  2. Pilih tenor tabungan dalam bulan.
  3. Isi suku bunga per tahun sesuai penawaran bank.
  4. Lihat nilai saat jatuh tempo, sudah dikurangi pajak bunga.
  5. Bagikan atau cetak hasilnya sebagai rencana.

Cara menghitung

Setoran bulanan diperlakukan sebagai anuitas yang berbunga majemuk tiap bulan. Bunga yang terkumpul lalu dipotong PPh final atas bunga:

Nilai jatuh tempo = total setoran + bunga bersih (setelah pajak 20%)
  • total setoran = setoran bulanan dikali jumlah bulan
  • bunga = hasil bunga majemuk atas saldo yang terus bertambah
  • pajak = PPh final 20% atas bunga tabungan

Contoh perhitungan

Setoran Rp1.000.000 per bulan selama 12 bulan dengan bunga 5% per tahun menghasilkan total setoran Rp12.000.000 dan bunga kotor sekitar Rp278.000. Setelah dipotong pajak 20%, bunga bersih sekitar Rp223.000, sehingga nilai saat jatuh tempo sekitar Rp12.223.000.

Pertanyaan yang sering diajukan

Deposito menyetorkan sejumlah dana sekaligus di awal dan mengunci selama tenor. Tabungan berjangka menyetor jumlah tetap tiap bulan selama tenor. Tabungan berjangka cocok untuk membangun kebiasaan menabung rutin, sedangkan deposito cocok bila Anda sudah punya dana besar untuk dikunci.

Sumber & metodologi

Kalkulator terkait

Foto Cholilurrohman

Ditulis oleh

Cholilurrohman

Pendiri & Editor KalkuPintar

Cholilurrohman adalah pendiri KalkuPintar. Ia menyusun dan meninjau setiap kalkulator agar memakai aturan resmi terbaru dan tetap mudah dipahami. Hanya seorang pemuda yang berprofesi pedagang, namun hobi coding.