Kalkulator Bunga Majemuk: Proyeksi Pertumbuhan Investasi
Bunga majemuk membuat uang tumbuh dari pokok sekaligus dari bunga yang menumpuk. Contoh: modal awal Rp10 juta, ditambah setoran Rp1 juta per bulan, dengan asumsi imbal hasil 8% per tahun selama 10 tahun, bisa tumbuh menjadi sekitar Rp205 juta. Isi angka Anda di bawah untuk melihat proyeksinya.
Cara menggunakan
- Masukkan modal awal yang Anda investasikan.
- Isi setoran rutin yang akan Anda tambahkan tiap bulan.
- Tentukan asumsi imbal hasil per tahun sesuai jenis instrumennya.
- Atur lama investasi dalam tahun.
- Lihat nilai masa depan beserta rincian setoran dan hasil bunganya.
Cara menghitung
Bunga majemuk menghitung bunga dari pokok dan dari bunga sebelumnya, dengan setoran rutin diperlakukan sebagai anuitas. Rumus dasarnya:
Nilai akhir = P × (1 + r)ⁿ + C × ((1 + r)ⁿ − 1) / r- P = modal awal
- C = setoran rutin per periode
- r = imbal hasil per periode (per bulan)
- n = jumlah periode (bulan)
Contoh perhitungan
Modal awal Rp10.000.000, setoran Rp1.000.000 per bulan, imbal hasil 8% per tahun selama 10 tahun. Total setoran Anda Rp130.000.000, tetapi nilai akhirnya sekitar Rp205.000.000. Selisih sekitar Rp75.000.000 itulah hasil bunga majemuk.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK), edukasi investasi
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Kalkulator terkait
Ditulis oleh
CholilurrohmanPendiri & Editor KalkuPintar
Cholilurrohman adalah pendiri KalkuPintar. Ia menyusun dan meninjau setiap kalkulator agar memakai aturan resmi terbaru dan tetap mudah dipahami. Hanya seorang pemuda yang berprofesi pedagang, namun hobi coding.