Kalkulator Uang Pertanggungan Jiwa: Berapa yang Anda Butuh
Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T., ditinjau oleh Artedy Tanto, S.E.
Uang pertanggungan jiwa idealnya cukup menopang keluarga bila pencari nafkah tiada. Metode kebutuhan menjumlahkan biaya hidup beberapa tahun, sisa utang, dan dana pendidikan, lalu dikurangi aset yang sudah ada. Untuk pengeluaran Rp8 juta per bulan selama 10 tahun, kebutuhannya bisa lebih dari Rp1 miliar.
Cara menggunakan
- Masukkan pengeluaran keluarga per bulan yang perlu tetap tertutup.
- Tentukan berapa tahun keluarga perlu ditopang.
- Isi total utang dan perkiraan dana pendidikan anak.
- Masukkan aset dan tabungan yang sudah Anda miliki.
- Lihat uang pertanggungan yang disarankan.
Cara menghitung
Metode kebutuhan menjumlahkan seluruh kewajiban finansial keluarga, lalu menguranginya dengan aset yang sudah ada. Rumusnya:
Lihat rumus dan keterangan simbol
UP = (pengeluaran × 12 × tahun) + utang + pendidikan − aset- pengeluaran × 12 × tahun = biaya hidup keluarga selama masa perlindungan
- utang = total utang yang harus dilunasi
- pendidikan = perkiraan biaya pendidikan anak
- aset = tabungan/aset likuid yang sudah dimiliki
Contoh perhitungan
Pengeluaran Rp8.000.000 per bulan selama 10 tahun berarti Rp960.000.000. Ditambah utang Rp200.000.000 dan pendidikan Rp300.000.000, totalnya Rp1.460.000.000. Dikurangi aset Rp100.000.000, uang pertanggungan yang disarankan Rp1.360.000.000.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asuransi
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Kalkulator terkait
Penulis & peninjau
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.
Ditinjau oleh

Artedy Tanto, S.E., adalah Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dengan konsentrasi Perpajakan. Di KalkuPintar ia meninjau kalkulator keuangan usaha seperti HPP, BEP, harga jual, dan ROI, serta kalkulator investasi seperti bunga majemuk, return investasi (CAGR), dan deposito.
Ia memastikan rumus dan istilah yang dipakai selaras dengan konsep akuntansi dan keuangan yang umum diterapkan.