Cara Menghitung Tagihan Air PDAM Bulanan
Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T.
Kalkulator ini memperkirakan tagihan air PDAM dari pemakaian air (m3), tarif per m3, dan biaya abonemen. Biaya pemakaian adalah pemakaian dikali tarif, lalu ditambah abonemen. Contoh: pemakaian 15 m3 dengan tarif Rp5.000 per m3 dan abonemen Rp20.000 menghasilkan tagihan sekitar Rp95.000.
Cara menggunakan
- Masukkan pemakaian air dalam meter kubik (lihat selisih meteran).
- Isi tarif per m3 sesuai golongan Anda (lihat struk PDAM).
- Isi biaya abonemen atau biaya tetap bulanan.
- Lihat perkiraan tagihan di panel hasil.
Cara menghitung
Tagihan air PDAM terdiri dari biaya pemakaian dan biaya tetap. Biaya pemakaian dihitung dari volume air yang dipakai (m3) dikali tarif per m3. Ditambah abonemen atau biaya beban tetap. Tarif berbeda tiap daerah dan sering bertingkat menurut pemakaian dan golongan pelanggan.
Lihat rumus dan keterangan simbol
Biaya pemakaian = pemakaian (m³) × tarif per m³ · Total = biaya pemakaian + abonemen- m³ = meter kubik, 1 m³ = 1.000 liter
- Tarif = harga air per m³ (sesuai golongan/daerah)
- Abonemen = biaya tetap bulanan
Contoh: pemakaian 15 m³, tarif Rp5.000, abonemen Rp20.000
Biaya pemakaian = 15 × 5.000 = 75.000. Total = 75.000 + 20.000 = 95.000.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Struktur tagihan air PDAM (biaya pemakaian per m³ + abonemen); tarif diatur daerah
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Kalkulator terkait
Penulis
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.