Panduan · Zakat
Zakat Saham dan Reksadana: Cara Hitung dan Nisabnya
Saham dan reksadana termasuk harta yang wajib dizakati seperti zakat maal. Bila nilai pasar investasi mencapai nisab, yaitu setara 85 gram emas, dan sudah dimiliki selama satu haul (satu tahun), zakatnya 2,5% dari nilai pasar saat mengeluarkan zakat. Contoh: portofolio Rp100 juta ketika harga emas Rp1 juta per gram (nisab Rp85 juta) wajib zakat 2,5%, yaitu Rp2,5 juta.
Apakah saham wajib dizakati?
Saham dan reksadana dipandang sebagai harta (maal) yang berkembang, sehingga termasuk objek zakat seperti tabungan, emas, dan aset investasi lainnya. Selama kepemilikannya halal dan memenuhi syarat, keuntungan maupun nilai pokoknya masuk hitungan zakat.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggolongkan investasi saham dan reksadana sebagai bagian dari zakat maal. Yang dizakati adalah nilai pasar, bukan sekadar keuntungan, karena zakat maal dikenakan atas harta yang dimiliki, bukan atas laba semata.
Syarat wajib: nisab dan haul
Ada dua syarat utama. Pertama, nilai investasi harus mencapai nisab, yaitu setara 85 gram emas. Kedua, harta itu sudah dimiliki selama satu haul, yaitu satu tahun hijriah penuh.
Nisab dalam rupiah mengikuti harga emas saat itu. Bila harga emas Rp1 juta per gram, maka nisabnya Rp85 juta. Bila total nilai saham dan reksadana Anda di bawah angka itu, belum ada kewajiban zakat atasnya.
| Komponen | Ketentuan |
|---|---|
| Nisab | Setara 85 gram emas |
| Haul | Dimiliki 1 tahun (hijriah) |
| Kadar | 2,5% dari nilai pasar |
| Dasar hitung | Nilai pasar saat zakat, bukan modal |
Cara menghitung zakatnya
Setelah syarat terpenuhi, zakatnya sederhana: 2,5% dari nilai pasar investasi saat mengeluarkan zakat. Misalnya portofolio saham dan reksadana bernilai Rp200 juta, maka zakatnya 2,5% dikali Rp200 juta, yaitu Rp5 juta.
Gunakan nilai pasar terkini, yakni jumlah lembar saham atau unit reksadana dikali harga saat ini, bukan harga beli. Bila Anda punya beberapa produk, jumlahkan seluruh nilainya lebih dulu sebelum dibandingkan dengan nisab.
Hal yang sering ditanyakan
Beberapa catatan praktis agar perhitungan zakat investasi Anda tepat.
- Gabungkan saham dan reksadana dengan harta lain yang sejenis (tabungan, emas) untuk menilai apakah total mencapai nisab.
- Zakat dihitung atas nilai pasar, sehingga naik turun saat pasar bergerak; kunci pada tanggal haul Anda.
- Untuk saham, sebagian ulama membedakan saham untuk trading (diperjualbelikan) dan investasi jangka panjang; keduanya tetap dizakati atas nilai pasar.
- Bila ragu soal produk syariah atau konvensional dan status haulnya, konsultasikan dengan BAZNAS atau ulama.
Kapan waktu membayarnya?
Zakat dikeluarkan saat haul tercapai, yaitu setahun sejak nilai harta mencapai nisab. Banyak orang memilih menyeragamkan waktu, misalnya setiap Ramadan, untuk memudahkan pencatatan, selama sudah melewati satu haul.
Membayar zakat tidak mengurangi keberkahan harta; justru membersihkannya. Salurkan melalui lembaga amil resmi seperti BAZNAS atau LAZ terpercaya agar penyalurannya tepat sasaran.
Hitung sendiri dengan kalkulator
Terapkan langsung dengan angka Anda memakai kalkulator berikut.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber
Ditulis oleh
CholilurrohmanCholilurrohman adalah pendiri KalkuPintar. Ia menyusun dan meninjau setiap kalkulator agar memakai aturan resmi terbaru dan tetap mudah dipahami.
Hanya seorang pemuda yang berprofesi pedagang, namun hobi coding.