Panduan · Kesehatan
Cara Menghitung IMT, Berat Badan Ideal, dan Lemak Tubuh
IMT dihitung dari berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter, lalu dicocokkan ke kategori kurus, normal, atau lebih. Rentang berat badan ideal diperoleh dari IMT normal dikali kuadrat tinggi. Persentase lemak tubuh melengkapi IMT karena mengukur komposisi tubuh, bukan sekadar berat. IMT adalah alat skrining, bukan diagnosis.
Menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh)
IMT atau Indeks Massa Tubuh dihitung dari berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter. Contoh, orang dengan berat 70 kilogram dan tinggi 1,70 meter memiliki IMT 70 dibagi 2,89, yaitu sekitar 24,2.
Nilai IMT lalu dicocokkan dengan kategori. Mengacu klasifikasi Kementerian Kesehatan untuk orang Indonesia dewasa, kategorinya sebagai berikut.
| IMT | Kategori |
|---|---|
| di bawah 17,0 | Kurus (kekurangan berat berat) |
| 17,0 sampai 18,4 | Kurus (kekurangan berat ringan) |
| 18,5 sampai 25,0 | Normal |
| 25,1 sampai 27,0 | Gemuk (kelebihan berat ringan) |
| di atas 27,0 | Obesitas |
Menghitung rentang berat badan ideal
Berat badan ideal bukan satu angka, melainkan rentang. Caranya, kalikan batas bawah dan batas atas IMT normal dengan kuadrat tinggi badan. Untuk tinggi 1,70 meter, rentang idealnya adalah 18,5 dikali 2,89 sampai 25 dikali 2,89, yaitu sekitar 53 sampai 72 kilogram.
Ada juga rumus Broca yang populer, yaitu tinggi dalam sentimeter dikurangi 100, lalu dikurangi lagi sekitar 10 persen untuk pria dan 15 persen untuk wanita. Keduanya perkiraan; yang penting berat berada dalam rentang sehat, bukan angka tunggal yang kaku.
Persentase lemak tubuh melengkapi IMT
IMT tidak membedakan berat dari otot dan dari lemak. Karena itu seorang atlet berotot bisa memiliki IMT tinggi tetapi tetap bugar. Persentase lemak tubuh mengukur komposisi, sehingga memberi gambaran lebih lengkap daripada IMT saja.
Sebagai patokan umum, rentang lemak tubuh sehat untuk pria sekitar 10 sampai 20 persen dan untuk wanita sekitar 18 sampai 28 persen, bergantung usia. Pengukurannya bisa lewat skinfold caliper atau alat bioimpedansi.
Batasan IMT dan kapan perlu konsultasi
IMT adalah alat skrining sederhana, bukan diagnosis. Ia kurang tepat untuk atlet berotot, ibu hamil, lansia, dan anak-anak yang memakai kurva pertumbuhan tersendiri. Untuk anak, penilaian memakai z-score sesuai usia, bukan rumus dewasa.
Bila IMT Anda jauh di luar rentang normal atau Anda punya keluhan kesehatan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Hasil kalkulator hanya membantu memahami gambaran umum, bukan menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Hitung sendiri dengan kalkulator
Terapkan langsung dengan angka Anda memakai kalkulator berikut.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI, klasifikasi Indeks Massa Tubuh (IMT)
- World Health Organization, Body Mass Index (BMI)
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Penulis & peninjau
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.
Ditinjau oleh

M Yudha Kurniawan, A.Md.T., adalah Ahli Madya Teknik Elektromedis yang meninjau kalkulator kesehatan di KalkuPintar.
Ia memastikan rumus dan acuan fisiologis (seperti denyut jantung, BMI, BMR, dan kebutuhan gizi) sesuai standar kesehatan yang berlaku.