Cara Menghitung HPP (Harga Pokok Produksi)
Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T., ditinjau oleh Artedy Tanto, S.E.
Kalkulator ini menghitung HPP (Harga Pokok Produksi) per unit dari total biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead, dibagi jumlah unit yang diproduksi. HPP menjadi dasar menetapkan harga jual. Contoh: total biaya produksi Rp800.000 untuk 100 unit menghasilkan HPP Rp8.000 per unit.
Cara menggunakan
- Masukkan total biaya bahan baku untuk satu batch produksi.
- Isi biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead.
- Masukkan jumlah unit yang diproduksi dari biaya itu.
- Lihat HPP per unit dan total biaya di panel hasil.
Cara menghitung
HPP (Harga Pokok Produksi) adalah total biaya untuk memproduksi barang, mencakup bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. HPP per unit diperoleh dengan membagi total biaya itu dengan jumlah unit yang dihasilkan, dan menjadi dasar menetapkan harga jual yang menguntungkan.
Lihat rumus dan keterangan simbol
Total biaya = bahan baku + tenaga kerja + overhead · HPP per unit = total biaya ÷ jumlah unit- Bahan baku = biaya material yang jadi produk
- Tenaga kerja = upah langsung membuat produk
- Overhead = biaya produksi tak langsung (listrik, penyusutan)
Contoh: bahan baku 500rb, tenaga 200rb, overhead 100rb, 100 unit
Total biaya = 800.000. HPP per unit = 800.000 ÷ 100 = 8.000.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Komponen Harga Pokok Produksi (bahan, tenaga kerja, overhead) untuk UMKM
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Kalkulator terkait
Penulis & peninjau
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.
Ditinjau oleh

Artedy Tanto, S.E., adalah Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dengan konsentrasi Perpajakan. Di KalkuPintar ia meninjau kalkulator keuangan usaha seperti HPP, BEP, harga jual, dan ROI, serta kalkulator investasi seperti bunga majemuk, return investasi (CAGR), dan deposito.
Ia memastikan rumus dan istilah yang dipakai selaras dengan konsep akuntansi dan keuangan yang umum diterapkan.
“Perhitungan HPP ditampilkan jelas sehingga pengguna memahami logikanya. Cukup baik untuk kebutuhan dasar UMKM dan usaha kecil dalam mengetahui HPP bisnisnya. Pastikan seluruh komponen biaya, termasuk bahan baku, tenaga kerja, dan overhead, sudah dimasukkan agar hasilnya akurat.”