Lompat ke konten
KalkuPintar

Cara Menghitung Harga Jual (Margin & Markup)

Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T., ditinjau oleh Artedy Tanto, S.E.

Kalkulator ini menghitung harga jual dari modal dan target untung, baik dihitung sebagai markup (terhadap modal) maupun margin (terhadap harga jual). Keduanya berbeda untuk untung yang sama. Contoh: modal Rp10.000 dengan markup 25% menghasilkan harga jual Rp12.500, yang sama dengan margin 20%.

Diperbarui Ditinjau Artedy Tanto, S.E.

Cara menggunakan

  1. Masukkan modal atau harga pokok barang.
  2. Pilih apakah persentase dihitung sebagai markup atau margin.
  3. Isi persentase untung yang diinginkan.
  4. Lihat harga jual, untung, serta margin dan markup sebenarnya.

Cara menghitung

Harga jual dihitung dari modal ditambah untung. Untung bisa dinyatakan sebagai markup (persen terhadap modal) atau margin (persen terhadap harga jual). Karena basis pembaginya berbeda, markup selalu lebih besar dari margin untuk untung yang sama.

Lihat rumus dan keterangan simbol
Markup: harga jual = modal × (1 + markup%) · Margin: harga jual = modal ÷ (1 − margin%)
  • Markup = untung dibagi modal
  • Margin = untung dibagi harga jual
  • Untung = harga jual dikurangi modal

Contoh: modal Rp10.000, markup 25%

Harga jual = 10.000 × 1,25 = 12.500. Untung = 2.500. Ini sama dengan margin 2.500 ÷ 12.500 = 20%.

Pertanyaan yang sering diajukan

Markup adalah untung dibagi modal, sedangkan margin adalah untung dibagi harga jual. Untuk untung yang sama, markup selalu lebih besar dari margin. Contoh untung Rp2.500 dari modal Rp10.000 berarti markup 25%, tetapi margin hanya 20% karena dibagi harga jual Rp12.500.

Sumber & metodologi

Panduan Lengkap: Menentukan Harga Jual Produk

Menetapkan harga jual terlalu rendah membuat usaha rugi, terlalu tinggi membuat produk sulit laku. Kuncinya memahami perbedaan markup dan margin. Panduan ini menjelaskan cara menentukan harga jual dari modal agar untung yang diinginkan benar tercapai.

Markup dan margin tidak sama

Markup adalah persentase tambahan terhadap modal (HPP), sedangkan margin adalah persentase keuntungan terhadap harga jual. Keduanya sering tertukar dan menghasilkan angka berbeda.

Contohnya, modal Rp10.000 dengan markup 50 persen menghasilkan harga jual Rp15.000. Namun margin dari harga Rp15.000 itu hanya sekitar 33 persen, bukan 50 persen. Salah memahami ini membuat target untung meleset.

Markup dihitung dari modal, margin dihitung dari harga jual. Markup 50 persen tidak sama dengan margin 50 persen. Tentukan dulu mana acuan yang dipakai.

Menghitung harga jual dari margin target

Bila kamu ingin margin tertentu, harga jual dihitung dengan membagi modal dengan (1 dikurangi margin dalam desimal). Misalnya modal Rp10.000 dengan target margin 40 persen, harga jual = 10.000 dibagi 0,6 = sekitar Rp16.667.

Cara ini memastikan keuntungan yang diinginkan benar tercapai setelah harga terbentuk, bukan sekadar menambah persentase ke modal yang justru menghasilkan margin lebih kecil.

Faktor lain dalam penetapan harga

Selain modal dan margin, pertimbangkan harga pesaing, daya beli target pasar, dan biaya operasional seperti ongkos kirim serta biaya platform penjualan. Harga yang sehat menutup semua ini, bukan hanya modal bahan.

Gunakan hitungan di atas untuk menguji beberapa skenario markup dan margin, lalu pilih harga yang menguntungkan sekaligus wajar di mata pembeli.

Kalkulator terkait

Penulis & peninjau

Ditulis oleh

Foto Cholilurrohman, S.T.
Cholilurrohman, S.T.

Pendiri & Editor KalkuPintar

LinkedIn

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.

Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.

Teknik sipil & estimasi bangunanPajak penghasilanKredit & KPRBPJSPerencanaan keuangan

Ditinjau oleh

Foto Artedy Tanto, S.E.
Artedy Tanto, S.E.

Peninjau Akuntansi & Keuangan Usaha

LinkedIn

Artedy Tanto, S.E., adalah Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dengan konsentrasi Perpajakan. Di KalkuPintar ia meninjau kalkulator keuangan usaha seperti HPP, BEP, harga jual, dan ROI, serta kalkulator investasi seperti bunga majemuk, return investasi (CAGR), dan deposito.

Ia memastikan rumus dan istilah yang dipakai selaras dengan konsep akuntansi dan keuangan yang umum diterapkan.

Akuntansi UMKMPerpajakanHarga pokok & penetapan hargaKelayakan usaha
Catatan peninjau
Metode perhitungan sudah sesuai konsep akuntansi yang umum dipakai, mencerminkan hubungan markup (profit terhadap modal) dan margin (profit terhadap harga jual). Untuk akurasi, pastikan seluruh komponen biaya telah masuk dalam perhitungan HPP terlebih dahulu.