Diskon Bertingkat: 50% + 20% Jadi Berapa?
Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T.
Kalkulator ini menghitung harga akhir dari diskon bertingkat, yaitu diskon kedua yang dikenakan pada harga setelah diskon pertama. Karena berurutan, dua diskon tidak dijumlahkan langsung. Contoh: harga Rp100.000 dengan diskon 50% lalu 20% menjadi Rp40.000, yaitu diskon efektif 60%, bukan 70%.
Cara menggunakan
- Masukkan harga awal barang.
- Isi persentase diskon pertama.
- Isi persentase diskon kedua (bertingkat), atau 0 bila tidak ada.
- Lihat harga akhir dan diskon efektif gabungan di panel hasil.
Cara menghitung
Diskon bertingkat dikenakan berurutan: diskon kedua dihitung dari harga yang sudah dipotong diskon pertama, bukan dari harga awal. Karena itu dua diskon tidak bisa dijumlahkan langsung, dan diskon efektif gabungannya selalu lebih kecil dari jumlah kedua angka.
Lihat rumus dan keterangan simbol
Harga akhir = harga × (1 − diskon1%) × (1 − diskon2%) · Diskon efektif = (harga − harga akhir) ÷ harga × 100%- Diskon 1 = potongan pertama dari harga awal
- Diskon 2 = potongan kedua dari harga setelah diskon 1
- Diskon efektif = total potongan gabungan sebenarnya
Contoh: harga Rp100.000, diskon 50% lalu 20%
Setelah 50% = 50.000. Setelah 20% lagi = 40.000. Hemat 60.000, jadi diskon efektif 60%, bukan 70%.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Perhitungan diskon berurutan (successive discount) dan diskon efektif
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Panduan Lengkap: Cara Menghitung Diskon Bertingkat
Diskon bertingkat seperti tulisan 50% plus 20% sering disalahpahami sebagai potongan 70 persen. Padahal hasilnya berbeda dan lebih kecil. Panduan ini menjelaskan cara kerja diskon bertingkat agar kamu tahu harga akhir sebenarnya dan tidak salah kira.
Diskon bertingkat bukan penjumlahan
Diskon bertingkat dihitung berurutan, bukan dijumlahkan. Diskon pertama diterapkan pada harga awal, lalu diskon kedua diterapkan pada harga yang sudah didiskon, bukan pada harga awal.
Contohnya, barang Rp100.000 dengan diskon 50% menjadi Rp50.000. Diskon 20% berikutnya dihitung dari Rp50.000, yaitu potong Rp10.000, sehingga harga akhir Rp40.000. Total potongan nyata 60 persen, bukan 70 persen.
Diskon 50% plus 20% bukan 70%. Diskon kedua dihitung dari harga setelah diskon pertama, sehingga total potongan nyata pada contoh ini 60 persen.
Rumus praktis diskon bertingkat
Cara cepat menghitungnya adalah mengalikan sisa pembayaran tiap tahap. Diskon 50% menyisakan 50 persen (0,5), diskon 20% menyisakan 80 persen (0,8). Kalikan 0,5 dikali 0,8 sama dengan 0,4, artinya kamu membayar 40 persen dari harga awal.
Pola ini berlaku untuk berapa pun tingkatnya. Semakin banyak tingkat diskon, tetap dikalikan berurutan, dan hasilnya selalu lebih kecil daripada menjumlahkan persentase.
Agar tidak tertipu label diskon
Label diskon bertingkat sering terasa lebih besar daripada nyatanya. Dengan memahami cara hitungnya, kamu bisa membandingkan penawaran secara adil, misalnya membandingkan diskon tunggal 65% dengan diskon bertingkat 50% plus 20%.
Gunakan kalkulator di atas untuk langsung melihat harga akhir dari beberapa tingkat diskon, sehingga keputusan belanja lebih cermat.
Kalkulator terkait
Penulis
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.