Lompat ke konten
KalkuPintar

Kalkulator Sisa Pokok Pinjaman (Kredit)

Kalkulator ini menghitung sisa pokok pinjaman anuitas setelah sejumlah angsuran dibayar. Karena cicilan awal lebih banyak menutup bunga, sisa pokok turun lambat di tahun-tahun pertama. Contoh: pinjaman Rp100 juta bunga 12% tenor 12 bulan, setelah 6 angsuran sisa pokoknya sekitar Rp51,5 juta. Berguna untuk memperkirakan pelunasan dipercepat.

Diperbarui Ditinjau Cholilurrohman

Cara menggunakan

  1. Masukkan pokok pinjaman awal.
  2. Isi suku bunga efektif per tahun dan tenor total (bulan).
  3. Masukkan jumlah angsuran yang sudah Anda bayar.
  4. Lihat sisa pokok pinjaman beserta pokok dan bunga terbayar.

Cara menghitung

Pada cicilan anuitas, cicilan bulanan tetap namun komposisinya berubah. Sisa pokok setelah sejumlah angsuran dihitung dengan rumus baku dari pokok awal, bunga bulanan, dan jumlah angsuran yang sudah dibayar. Suku bunga diisi pengguna sesuai kontrak.

Sisa = pokok × (1+i)^k - angsuran × ((1+i)^k - 1) ÷ i · i = bunga tahunan ÷ 12 · k = angsuran terbayar
  • i = suku bunga per bulan (bunga tahunan ÷ 12)
  • k = jumlah angsuran yang sudah dibayar
  • Angsuran = cicilan tetap per bulan (anuitas)

Contoh: pinjaman Rp100 juta, bunga 12%, tenor 12 bulan, sudah bayar 6x

Angsuran sekitar Rp8,88 juta. Setelah 6 angsuran, sisa pokok kira-kira Rp51,5 juta karena bunga lebih dominan di awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Karena pada cicilan anuitas, porsi bunga paling besar di awal masa pinjaman dan porsi pokok paling kecil. Akibatnya sisa pokok turun lambat pada bulan-bulan pertama dan baru turun cepat menjelang akhir tenor. Ini normal dan berlaku pada KPR maupun kredit kendaraan.

Sumber & metodologi

Kalkulator terkait

Foto Cholilurrohman

Ditulis oleh

Cholilurrohman

Pendiri & Editor KalkuPintar

Cholilurrohman adalah pendiri KalkuPintar. Ia menyusun dan meninjau setiap kalkulator agar memakai aturan resmi terbaru dan tetap mudah dipahami. Hanya seorang pemuda yang berprofesi pedagang, namun hobi coding.