Lompat ke konten
KalkuPintar

Kalkulator Rasio Utang: Cek Kelayakan Cicilan Anda

Rasio utang atau Debt-to-Income (DTI) membandingkan total cicilan bulanan dengan penghasilan. Bank umumnya membatasi cicilan maksimal 30 sampai 40% penghasilan. Untuk penghasilan Rp10 juta dengan cicilan Rp2 juta, rasio Anda 20%, masih sehat, dan Anda punya ruang cicilan tambahan sekitar Rp1,5 juta pada batas 35%.

Diperbarui Ditinjau Cholilurrohman

Cara menggunakan

  1. Masukkan penghasilan bersih bulanan Anda.
  2. Jumlahkan seluruh cicilan utang per bulan dan masukkan.
  3. Sesuaikan batas rasio sehat (umumnya 35%).
  4. Lihat rasio utang, cicilan maksimal, dan ruang cicilan tambahan.
  5. Gunakan hasilnya sebelum mengajukan pinjaman baru.

Cara menghitung

Rasio utang dihitung dengan membagi total cicilan bulanan dengan penghasilan bulanan. Cicilan maksimal yang dianggap sehat adalah batas rasio dikali penghasilan:

Rasio = total cicilan ÷ penghasilan × 100%
  • total cicilan = seluruh kewajiban cicilan per bulan
  • penghasilan = penghasilan bersih bulanan
  • batas = rasio maksimal yang dianggap sehat, umumnya 30 sampai 40%

Contoh perhitungan

Penghasilan Rp10.000.000 dengan cicilan Rp2.000.000 menghasilkan rasio 20%. Pada batas sehat 35%, cicilan maksimal Anda Rp3.500.000, sehingga masih ada ruang cicilan tambahan sekitar Rp1.500.000. Rasio 20% tergolong aman.

Pertanyaan yang sering diajukan

Debt-to-Income (DTI) adalah perbandingan total cicilan utang bulanan terhadap penghasilan bulanan. Rasio ini dipakai bank untuk menilai kemampuan Anda membayar pinjaman baru. Semakin rendah rasionya, semakin sehat kondisi keuangan dan semakin besar peluang pengajuan kredit disetujui.

Sumber & metodologi

Kalkulator terkait

Foto Cholilurrohman

Ditulis oleh

Cholilurrohman

Pendiri & Editor KalkuPintar

Cholilurrohman adalah pendiri KalkuPintar. Ia menyusun dan meninjau setiap kalkulator agar memakai aturan resmi terbaru dan tetap mudah dipahami. Hanya seorang pemuda yang berprofesi pedagang, namun hobi coding.