Cara Menghitung ROI & Payback Period
Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T., ditinjau oleh Artedy Tanto, S.E.
Kalkulator ini menghitung ROI (Return on Investment) dan payback period usaha. ROI adalah laba bersih setahun dibagi modal, sedangkan payback period adalah lama modal kembali. Contoh: modal Rp100 juta dengan laba bersih Rp5 juta per bulan menghasilkan ROI 60% per tahun dan balik modal dalam 20 bulan.
Cara menggunakan
- Masukkan modal atau investasi awal usaha.
- Isi laba bersih rata-rata per bulan.
- Tentukan lama proyeksi (tahun) untuk melihat total laba.
- Lihat ROI per tahun dan lama balik modal.
Cara menghitung
ROI mengukur imbal hasil usaha terhadap modal, sedangkan payback period mengukur berapa lama modal kembali. Keduanya dipakai untuk menilai kelayakan usaha dan membandingkannya dengan instrumen investasi lain. Angka diisi pengguna.
Lihat rumus dan keterangan simbol
ROI = laba bersih setahun ÷ modal × 100 · Payback period = modal ÷ laba bersih per bulan- ROI = return on investment per tahun (persen)
- Payback = lama modal kembali (bulan)
- Laba bersih = laba setelah semua biaya
Contoh: modal Rp100 juta, laba Rp5 juta/bulan
Laba setahun = Rp60 juta. ROI = 60 ÷ 100 × 100 = 60%. Payback = 100 ÷ 5 = 20 bulan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Konsep ROI dan payback period dalam analisis kelayakan usaha (manajemen keuangan)
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Kalkulator terkait
Penulis & peninjau
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.
Ditinjau oleh

Artedy Tanto, S.E., adalah Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dengan konsentrasi Perpajakan. Di KalkuPintar ia meninjau kalkulator keuangan usaha seperti HPP, BEP, harga jual, dan ROI, serta kalkulator investasi seperti bunga majemuk, return investasi (CAGR), dan deposito.
Ia memastikan rumus dan istilah yang dipakai selaras dengan konsep akuntansi dan keuangan yang umum diterapkan.
“Rumus yang dipakai sudah benar, mudah dipahami, dan layak sebagai alat analisis awal investasi serta monitoring bisnis. Untuk keputusan investasi jangka panjang, sebaiknya dilengkapi analisis finansial yang lebih mendalam seperti NPV dan IRR.”