Kalkulator Average Down Saham (Harga Rata-rata)
Kalkulator ini menghitung harga rata-rata baru setelah average down, yaitu membeli tambahan saham saat harga turun. Harga rata-rata dihitung tertimbang jumlah lembar dari posisi lama dan pembelian baru. Contoh: 10 lot di harga 1.000 lalu 10 lot di harga 800 menghasilkan rata-rata 900. Titik impas sedikit di atasnya karena memperhitungkan fee.
Cara menggunakan
- Masukkan jumlah lot dan harga rata-rata saham yang sudah Anda miliki.
- Masukkan jumlah lot dan harga pembelian baru (average down).
- Sesuaikan fee beli dan jual broker Anda.
- Lihat harga rata-rata baru dan titik impasnya.
Cara menghitung
Average down adalah menambah pembelian saham saat harganya turun agar harga rata-rata ikut turun. Harga rata-rata dihitung tertimbang jumlah lembar. Titik impas (BEP) adalah harga jual minimal agar balik modal setelah memperhitungkan fee beli dan jual.
Harga rata-rata = (lembar lama × harga lama + lembar baru × harga baru) ÷ total lembar · 1 lot = 100 lembar- Lot = 1 lot = 100 lembar saham (BEI)
- Harga rata-rata = rata-rata tertimbang jumlah lembar
- BEP = harga jual agar balik modal setelah fee
Contoh: 10 lot @1.000 + 10 lot @800
Harga rata-rata = (1.000 × 1.000 + 1.000 × 800) ÷ 2.000 = Rp900 per lembar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Perhitungan harga rata-rata tertimbang dan biaya transaksi saham (BEI)
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Kalkulator terkait
Ditulis oleh
CholilurrohmanCholilurrohman adalah pendiri KalkuPintar. Ia menyusun dan meninjau setiap kalkulator agar memakai aturan resmi terbaru dan tetap mudah dipahami.
Hanya seorang pemuda yang berprofesi pedagang, namun hobi coding.