Kalkulator Average Down Saham (Harga Rata-rata)
Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T., ditinjau oleh Artedy Tanto, S.E.
Kalkulator ini menghitung harga rata-rata baru setelah average down, yaitu membeli tambahan saham saat harga turun. Harga rata-rata dihitung tertimbang jumlah lembar dari posisi lama dan pembelian baru. Contoh: 10 lot di harga 1.000 lalu 10 lot di harga 800 menghasilkan rata-rata 900. Titik impas sedikit di atasnya karena memperhitungkan fee.
Cara menggunakan
- Masukkan jumlah lot dan harga rata-rata saham yang sudah Anda miliki.
- Masukkan jumlah lot dan harga pembelian baru (average down).
- Sesuaikan fee beli dan jual broker Anda.
- Lihat harga rata-rata baru dan titik impasnya.
Cara menghitung
Average down adalah menambah pembelian saham saat harganya turun agar harga rata-rata ikut turun. Harga rata-rata dihitung tertimbang jumlah lembar. Titik impas (BEP) adalah harga jual minimal agar balik modal setelah memperhitungkan fee beli dan jual.
Lihat rumus dan keterangan simbol
Harga rata-rata = (lembar lama × harga lama + lembar baru × harga baru) ÷ total lembar · 1 lot = 100 lembar- Lot = 1 lot = 100 lembar saham (BEI)
- Harga rata-rata = rata-rata tertimbang jumlah lembar
- BEP = harga jual agar balik modal setelah fee
Contoh: 10 lot @1.000 + 10 lot @800
Harga rata-rata = (1.000 × 1.000 + 1.000 × 800) ÷ 2.000 = Rp900 per lembar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Perhitungan harga rata-rata tertimbang dan biaya transaksi saham (BEI)
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Kalkulator terkait
Penulis & peninjau
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.
Ditinjau oleh

Artedy Tanto, S.E., adalah Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dengan konsentrasi Perpajakan. Di KalkuPintar ia meninjau kalkulator keuangan usaha seperti HPP, BEP, harga jual, dan ROI, serta kalkulator investasi seperti bunga majemuk, return investasi (CAGR), dan deposito.
Ia memastikan rumus dan istilah yang dipakai selaras dengan konsep akuntansi dan keuangan yang umum diterapkan.