Cara Menghitung Ampere MCB & Daya Listrik
Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T.
Kalkulator ini menghitung ukuran MCB (ampere) yang tepat dari total beban listrik rumah. Dari total watt semua alat, tegangan, dan margin cadangan, hasilnya rekomendasi rating MCB standar dan daya tersambung dalam VA. Contoh: beban 1.500 W pada 220 V dengan margin 25% butuh MCB 10 A dan setara daya 2.200 VA.
Cara menggunakan
- Jumlahkan watt semua alat listrik yang biasa menyala bersamaan.
- Masukkan total watt tersebut sebagai total beban.
- Pilih tegangan: 220 V untuk 1 fase atau 380 V untuk 3 fase.
- Atur margin cadangan (umumnya 20 sampai 30%).
- Lihat rekomendasi rating MCB dan daya tersambung (VA) di panel hasil.
Cara menghitung
Arus listrik dihitung dari daya dibagi tegangan. Setelah ditambah margin cadangan, arus itu dicocokkan ke rating MCB standar terdekat di atasnya. Daya tersambung diperoleh dari tegangan dikali rating MCB.
Lihat rumus dan keterangan simbol
Arus = Daya ÷ Tegangan (I = P ÷ V) · Arus rencana = Arus × (1 + margin) · MCB = rating standar pertama yang ≥ arus rencana · Daya tersambung = Tegangan × rating MCB- P = total daya beban dalam watt (W)
- V = tegangan jala-jala, 220 V (1 fase) atau 380 V (3 fase)
- I = arus dalam ampere (A)
- Rating MCB = nilai standar 2, 4, 6, 10, 16, 20, 25, 32 A, dan seterusnya
Contoh: beban 1.500 W pada 220 V, margin 25%
Arus = 1.500 ÷ 220 = 6,82 A. Ditambah margin 25% menjadi 8,52 A. Rating MCB standar pertama yang menutup nilai itu adalah 10 A. Daya tersambung = 220 × 10 = 2.200 VA.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Rumus kelistrikan dasar (I = P ÷ V); rating MCB mengacu deret standar IEC 60898
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Panduan terkait
Kalkulator terkait
Penulis
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.