Lompat ke konten
KalkuPintar

Cara Menghitung Kebutuhan Lampu Ruangan (Lux)

Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T.

Kalkulator ini menghitung jumlah titik lampu yang dibutuhkan agar ruangan mencapai tingkat pencahayaan (lux) yang sesuai fungsinya. Dari luas ruangan, target lux, dan lumen per lampu, hasilnya jumlah lampu memakai metode lumen. Contoh: dapur 12 m2 dengan target 250 lux dan lampu 800 lumen butuh 8 titik lampu.

Diperbarui

Cara menggunakan

  1. Isi luas ruangan dalam meter persegi.
  2. Pilih fungsi ruang atau isi target lux sesuai acuan SNI 6197.
  3. Masukkan lumen per lampu dari kemasan produk.
  4. Sesuaikan faktor ruang bila perlu (ruang terang berdinding putih lebih tinggi).
  5. Lihat jumlah titik lampu dan lux yang tercapai di panel hasil.

Cara menghitung

Metode lumen menghitung total cahaya yang dibutuhkan sebuah ruangan, lalu membaginya dengan keluaran satu lampu. Total lumen bergantung target lux, luas, serta faktor pemanfaatan dan pemeliharaan ruangan.

Lihat rumus dan keterangan simbol
Total lumen = (Lux × Luas) ÷ (CU × LLF) · Jumlah lampu = pembulatan ke atas (Total lumen ÷ lumen per lampu)
  • Lux = target tingkat pencahayaan sesuai fungsi ruang (SNI 6197)
  • CU × LLF = faktor pemanfaatan dikali pemeliharaan, ruang biasa ~0,5
  • Lumen per lampu = keluaran cahaya satu lampu (lm), tertera di kemasan

Contoh: dapur 12 m² target 250 lux

Total lumen = (250 × 12) ÷ 0,5 = 6.000 lumen. Dengan lampu 800 lumen (LED 10 W), butuh 6.000 ÷ 800 = 7,5 dibulatkan menjadi 8 titik lampu, yang memberi sekitar 267 lux.

Pertanyaan yang sering diajukan

Menurut acuan SNI 6197, ruang tamu dan kamar tidur sekitar 120 sampai 150 lux, dapur dan kamar mandi sekitar 250 lux, sedangkan ruang kerja atau belajar sekitar 350 lux. Ruang yang butuh ketelitian tinggi memerlukan lux lebih besar.

Sumber & metodologi

Panduan terkait

Kalkulator terkait

Penulis

Ditulis oleh

Foto Cholilurrohman, S.T.
Cholilurrohman, S.T.

Pendiri & Editor KalkuPintar

LinkedIn

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.

Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.

Teknik sipil & estimasi bangunanPajak penghasilanKredit & KPRBPJSPerencanaan keuangan