Cara Menghitung Kemiringan Ramp (Rasio & Sudut)
Ditulis oleh Cholilurrohman, S.T.
Kalkulator ini menghitung kemiringan ramp dari tinggi dan panjang mendatarnya. Hasilnya berupa rasio 1:X, sudut, dan persen, lalu diperiksa apakah memenuhi standar aksesibilitas 1:12. Contoh: ramp tinggi 0,6 m dengan panjang mendatar 7,2 m menghasilkan rasio 1:12 yang landai dan aman untuk kursi roda.
Cara menggunakan
- Ukur beda tinggi yang harus dinaiki ramp.
- Ukur panjang mendatar ruang yang tersedia untuk ramp.
- Lihat rasio kemiringan, sudut, dan persen di panel hasil.
- Periksa apakah memenuhi standar aksesibilitas 1:12.
- Bila terlalu curam, gunakan panjang mendatar ideal yang disarankan.
Cara menghitung
Kemiringan ramp dinyatakan sebagai perbandingan tinggi terhadap panjang mendatar. Rasio 1:12 berarti tiap 1 meter tinggi butuh 12 meter mendatar. Sudut dan persen dihitung dari perbandingan tinggi terhadap panjang, dan panjang permukaan miring dari teorema Pythagoras.
Lihat rumus dan keterangan simbol
Rasio = panjang mendatar ÷ tinggi (dinyatakan 1 : rasio) · Persen = tinggi ÷ mendatar × 100 · Sudut = atan(tinggi ÷ mendatar) · Panjang miring = akar(tinggi² + mendatar²) · Aksesibel bila rasio ≥ 12- Tinggi = beda tinggi yang dinaiki ramp (m)
- Mendatar = panjang horizontal ramp (m)
- 1:12 = rasio maksimal ramp yang landai untuk kursi roda
Contoh: tinggi 0,6 m, mendatar 7,2 m
Rasio = 7,2 ÷ 0,6 = 12, ditulis 1:12. Persen = 0,6 ÷ 7,2 × 100 = 8,3%. Sudut = atan(0,6 ÷ 7,2) = 4,8 derajat. Rasio 1:12 memenuhi standar aksesibilitas, aman untuk kursi roda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber & metodologi
- Perhitungan geometri; rasio landai 1:12 mengacu standar aksesibilitas bangunan
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Panduan terkait
Kalkulator terkait
Penulis
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.