Panduan · Bangunan
Cara Menyusun RAB Rumah dari Nol
RAB atau Rencana Anggaran Biaya adalah perkiraan total biaya membangun rumah, dihitung dari volume tiap pekerjaan dikali harga satuannya, lalu dijumlah per divisi dan ditambah biaya lain. Untuk gambaran cepat, pakai estimasi kasar biaya per meter persegi; untuk pengajuan KPR atau kontrak, susun RAB detail per divisi. Panduan ini menautkan tiap komponen ke kalkulatornya masing-masing.
Apa itu RAB dan kegunaannya
RAB atau Rencana Anggaran Biaya adalah dokumen perkiraan biaya membangun atau merenovasi bangunan. RAB dipakai untuk merencanakan anggaran, membandingkan penawaran kontraktor, dan menjadi lampiran saat mengajukan KPR pembangunan.
RAB yang baik disusun dari volume pekerjaan yang terukur, bukan tebakan. Semakin rinci volumenya, semakin akurat anggarannya dan semakin kecil risiko biaya membengkak di tengah jalan.
Estimasi kasar per meter persegi vs RAB detail
Untuk gambaran cepat, kalikan luas bangunan dengan harga borongan per meter persegi yang berlaku di daerah Anda. Cara ini praktis untuk menilai kelayakan awal, tetapi angkanya kasar dan bergantung pada spesifikasi.
Untuk keperluan serius seperti kontrak atau KPR, susun RAB detail: uraikan setiap pekerjaan, hitung volumenya, kalikan dengan harga satuan, dan jumlahkan. RAB detail memungkinkan Anda mengendalikan biaya per item.
Komponen atau divisi pekerjaan
RAB rumah umumnya dipecah menjadi divisi pekerjaan berurutan, dari persiapan hingga finishing. Tiap divisi punya kalkulatornya sendiri untuk menghitung volume material.
- Pekerjaan persiapan dan pondasi (galian, cor beton, besi).
- Struktur: kolom, balok, dan plat lantai.
- Dinding: bata atau hebel, plester, dan acian.
- Atap: rangka baja ringan dan penutup genteng atau spandek.
- Lantai dan penutup: keramik, paving, atau wallpaper.
- Plafon, instalasi listrik, dan sanitasi (air dan septic tank).
- Finishing: cat, pintu, jendela, dan kunci.
Langkah praktis menyusun RAB
Susun RAB secara bertahap agar tidak ada item yang terlewat. Mulai dari gambar kerja, hitung volume tiap pekerjaan, lalu tempelkan harga satuan terbaru.
- Siapkan gambar kerja atau denah dengan ukuran yang jelas.
- Hitung volume tiap pekerjaan memakai kalkulator terkait tiap divisi.
- Kumpulkan harga satuan bahan dan upah terbaru di daerah Anda.
- Kalikan volume dengan harga satuan, jumlahkan per divisi.
- Tambahkan biaya tak terduga sekitar 5 sampai 10 persen sebagai cadangan.
Hitung sendiri dengan kalkulator
Terapkan langsung dengan angka Anda memakai kalkulator berikut.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber
- Kementerian PUPR, analisa harga satuan pekerjaan (AHSP)
- Standar Nasional Indonesia (SNI) tata cara perhitungan harga satuan
- Metodologi umum: cara kami menghitung.
Penulis
Ditulis oleh

Cholilurrohman, S.T., adalah pendiri dan editor KalkuPintar. Sarjana Teknik Sipil ini menyusun dan memelihara setiap kalkulator agar memakai rumus serta tarif dari sumber resmi terbaru dan tetap mudah dipahami, dengan perhatian khusus pada kalkulator bangunan dan estimasi material.
Fokusnya pada akurasi angka, kejelasan penyajian, dan pembaruan berkala mengikuti perubahan peraturan.